You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jalan dikawasan Pasar Kebayoran Lama Berharap Ada Sparator
photo Izzudin - Beritajakarta.id

Jalan di Kawasan Pasar Kebayoran Lama Butuh Separator

Kemacetan di depan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, selain pedagang kaki lima (PKL) yang berada di bahu jalan, juga angkot yang sering memutar balik. Pemasangan separator di jalan, akan dapat mengurangi kemacetan di kawasan Pasar Kebayoran Lama.

Kalau ada separator yang cukup tinggi, setidaknya mengurangi masalah angkot putar balik

Camat Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Munjirin Rasyid mengatakan, banyak angkot yang memutar balik di depan pasar. Sehingga arus lalu lintas terhambat.

"Kalau ditengah jalan ada separator, angkot tidak ada yang mengambil jalan pintas dengan putar balik," ujarnya, Senin (21/9).

Aparat Fokus Urai Kemacetan di Pasar Kebayoran Lama

Menurut Munjirin, angkot yang sudah berputar kemudian malah ngetem di bahu jalan. Ini jelas memakan sebagian lebar jalan, dan menghambat kendaraan yang lewat. "Itu di Jalan Ciputat Raya depan pasar, dan juga yang arah Jalan Kebayoran Lama Raya," ucapnya.

Munjirin mengatakan, bahwa menurut trayek tidak seharusnya angkot berputar dan ngetem. Penertiban pun sering dilakukan, tetapi sopir angkot tetap mengulangi kesalahannya. "Sudah sering ditertibkan. Tapi ya mereka tetap bandel," katanya.

Untuk itu, Munjirin telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan agar tempat putaran jalan dipasang separator. "Kalau ada separator yang cukup tinggi, setidaknya mengurangi masalah angkot putar balik," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1186 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1169 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye954 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye940 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati