You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Deteksi Anak Kurang Gizi Lewat Ketuk Pintu Layani Dengan Hati
photo Doc - Beritajakarta.id

Deteksi Gizi Buruk Melalui Ketuk Pintu Layani dengan Hati

Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, memberikan layanan Ketuk Pintu Layani dengan Hati bagi warga. Pemantauan kesehatan dan kecukupan gizi keluarga menjadi fokus utama dalam program ini.

Dalam program ini, tiap lingkungan RT mendapat satu petugas kesehatan. Dan satu dokter disiapkan untuk setiap lingkungan RW

Kepala Puskesmas Kecamatan Seribu Selatan, Syukur Pelianus mengatakan, layanan kesehatan dilakukan dengan pengecekan di daerah binaan untuk mendeteksi penyakit yang selama ini belum diketahui oleh warga. Terutama untuk kasus balita kurang gizi.

"Lewat program ini, kita akan lebih masif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada warga," ujar Syukur, Senin (21/9).

Cegah Malaria, Lingkungan Kelurahan Pulau Sebira Dibersihkan

Menurut Syukur, pengecekan kesehatan terhadap masyarakat diawali dengan pendataan detail tentang profil warga yang ada dan kondisi kesehatannya. Jika memang ada salah satu anggota keluarga yang terdeteksi mengidap penyakit atau kurang gizi, baru akan ditentukan tindakan lebih lanjut.

"Dalam program ini, tiap lingkungan RT mendapat satu petugas kesehatan. Dan satu dokter disiapkan untuk setiap lingkungan RW," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1164 personFolmer
  2. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1076 personAnita Karyati
  3. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye958 personAnita Karyati
  4. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye905 personDessy Suciati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye861 personAnita Karyati