You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Wakil Wali Kota membuka acara sosialisasi program Kamptek
photo Suriaman Panjaitan - Beritajakarta.id

Kelurahan RBS Kembangkan Tanaman Hidroponik

Mahal serta minimnya lahan di Jakarta Utara, membuat Lurah Rawa Badak Selatan (RBS), Koja, mengandalkan sistem hidroponik untuk pertanian. Sistem pertanian hidroponik telah dilakukan di Rusun Marunda.

Sewaktu saya baca salah satu artikel tentang sistem menanam hidroponik, saya mulai berpikir, kalau gagasan hidroponik ini sangat berguna bagi warga

Lurah Rawa Badak Selatan, Sutardjo mengatakan, ide awal dikembangkannya pertanian hidroponik ini diperolehnya melalui internet.

"Sewaktu saya baca salah satu artikel tentang sistem menanam hidroponik, saya mulai berpikir, kalau gagasan hidroponik ini sangat berguna bagi warga," kata Sutardjo, Selasa (22/9).

Jakpus Kembangkan Pertanian di Lahan Sempit

Pantauan Beritajakarta.com, pertanian hidroponik yang sedang dikerjakan Sutardjo itu, tampak terbuat dari bahan sederhana, seperti pipa paralon yang dipasang secara bertingkat. Sebagai penyambungnya digunakan batang besi. Jenis tanamannya pun beragam, seperti, cabai, sawi, bayam, terong dan kangkung.

"Ini sudah jalan empat bulan. Dalam jangka waktu yang singkat itu, sekitar empat kilogram cabai sudah saya panen," ujar Sutardjo.

Menurut Sutardjo, lahan sempit yang berada di belakang Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan itu ia sebut tempat laboratorium sayur mayur.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati