You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Djarot: Narkoba dan Tawuran Bagian dari Terorisme
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Djarot: Narkoba dan Tawuran Bagian dari Terorisme

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, narkoba dan tawuran antar pelajar merupakan bagian dari terorisme yang kerap menjadikan pelajar sebagai korban.

Di Jakarta tawuran sengaja diciptakan, dibuat, apalagi tawuran di malam hari. Adanya tawuran itu membuat barang masuk yaitu narkoba

Dikatakan Djarot, pencegahan hendaknya jangan hanya dilakukan terhadap aksi terorisme saja, namun juga mengatasi masalah narkoba dan tawuran. Sebab, baik narkoba maupun tawuran keduanya memiliki bahaya dan dampak negatif yang besar bagi masa depan generasi muda.

"Ini terorisme dengan mencuci otak yang tidak menggunakan cara-cara teror dan kekerasan tapi dengan menyakiti diri sendiri yaitu dengan narkoba. Ini juga bentuk-bentuk teror," ujarnya.

Sosialisasi Anti Terorisme Diminta Terus Dikembangkan

Mantan Walikota Blitar tersebut mengatakan, salah satu langkah untuk mengatasi tawuran antar pelajar adalah dengan melakukan pertukaran pelajar dan pengajar di antara kedua sekolah yang bersengketa.

"Di Jakarta tawuran sengaja diciptakan, dibuat, apalagi tawuran di malam hari. Adanya tawuran itu membuat barang masuk yaitu narkoba. Itu juga terorisme. Materi seperti ini masuk dalam sosialisasi," tandas Djarot.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye9887 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1308 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1223 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1185 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye955 personBudhi Firmansyah Surapati