You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Desember, Normalisasi Kali Ciliwung Ditargetkan Rampung
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Desember, Normalisasi Kali Ciliwung Ditargetkan Rampung

Normalisasi Kali Ciliwung di wilayah Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, sampai saat ini sudah mencapai 36 persen.

Jalan inspeksinya akan disiapkan untuk lajur dua arah

Pengerjaan normalisasi tidak hanya menguras dan melebarkan kali, namun meliputi pembuatan turap dengan shitepile, jooging track serta jalan inspeksi sepanjang 1.950 meter. Keseluruhannya, ditargetkan rampung Desember mendatang.

Menejer Proyek paket 1 normalisasi Kali Ciliwung, Agus Triwibowo mengungkapkan, sebagai tahapan awal, pengerjaan akan melakukan pengurasan kali terlebih dahulu, kemudian disusul pelebaran trase kali dengan kelebaran antara 35 - 50 meter.

Sodetan Ciliwung-KBT Rampung 2016

"Setelah itu disambung pemasangan shitephile dan cropingphile. Baru dibangun jooging track selebar tiga  meter," ujar Agus, Senin (12/10).

Di tepian Kali, lanjut Agus, akan dibangun jalan inspeksi selebar 7,2 meter mulai dari Jembatang Kampung Melayu hingga Tongtek. Nantinya, jalan tersebut akan digunakan sebagai altenatif dari arah Tebet menuju Jalan Matraman Raya.

"Jalan inspeksinya akan disiapkan untuk lajur dua arah, materialnya dengan betonisasi. Kita targetkan Desember nanti sudah rampung," tandas Agus.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1168 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1147 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye911 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye907 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye834 personBudhi Firmansyah Surapati