You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Akhir Bulan Data Pemukiman Kumuh Harus Rampung
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Djarot Minta Data Pemukiman Kumuh Rampung Akhir Oktober

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta data pemukiman kumuh di Jakarta harus sudah rampung di minggu terakhir bulan Oktober. Hal itu agar masalah tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

Termasuk juga mendata lingkungan-lingkungan mana yang akan dipindahkan ke rusun dan mana yang perlu dibangun perumbahan seperti kampung deret. Ini akurasinya harus tepat

Dikatakan Djarot, setelah pemukiman kumuh selesai didata, Pemprov DKI akan membuat peta lokasi penataan pemukiman kumuh tersebut. Nantinya, warga di pemukiman kumuh akan dipindahkan ke rumah susun (Rusun) dan ditata menjadi kampung deret.

"Termasuk juga mendata lingkungan-lingkungan mana yang akan dipindahkan ke rusun dan mana yang perlu dibangun perumahan seperti kampung deret. Ini akurasinya harus tepat," ujar Djarot, Rabu (7/10).

Pemukiman Kumuh di Jakbar Didata Ulang

Mantan Walikota Blitar tersebut juga meminta jajaran terkait juga fokus pada sanitasi dan penyedian air bersih yang ada di pemukiman-pemukiman kumuh tersebut. Djarot berharap, target Jakarta bebas dari pemukiman kumuh 2018 mendatang dapat tercapai.

"Setelah kita petakan kemudian konsentrasi pemukiman yang bagus termasuk juga sanitasi dan penyediaan air bersihnya," tandas Djarot.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1345 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1194 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye984 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye956 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye780 personFakhrizal Fakhri
close