You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bawa Celurit, KJP Siswa SMK 28 Oktober Dicabut
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Bawa Celurit, KJP Siswa SMK 28 Oktober Dicabut

Seorang siswa SMK 28 Oktober berinisial SR (17), akhirnya memperoleh sanksi dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, akibat ketahuan membawa celurit Jumat (16/10) lalu.

Dari 12 pelajar yang diamankan, satu pelajar inisial SR kelas 12 yang membawa celurit

Kepala Suku Dinas Pendidikan wilayah II Jakarta Selatan, Ferry Safrudin mengatakan, SR yang saat ini duduk di kelas XII SMK 28 Oktober diamankan bersama 11 siswa lainnya di Polsek Metro Tebet.

"Dari 12 pelajar yang diamankan, satu pelajar inisial SR kelas 12 yang membawa celurit. SR merupakan peserta KJP. Mulai hari ini KJP SR kami cabut," kata Ferry, Selasa (20/10).

Hendak Tawuran, 12 Pelajar Diamankan Polsek Tebet

Dikatakan Ferry, mereka mengaku hendak melayat ke rumah temannya di kawasan Tebet. SR mengaku membawa celurit untuk berjaga-jaga. Meski begitu pihaknya tidak akan memberikan toleransi siswa yang ke sekolah membawa senjata tajam.

"Kami tidak akan memberikan toleransi apapun alasannya," ujar Ferry.

Sekadar diketahui, Jumat (16/10) lalu, sebanyak 12 siswa SMK 28 Oktober diamankan kepolisian. Mereka diduga akan menyerang siswa SMA 17 Agustus. Dari salah satu siswa petugas menemukan satu senjata tajam jenis celurit. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1196 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1183 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye973 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye950 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye860 personBudhi Firmansyah Surapati