You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rusun Cup 2015 Pembinaan Terhadap Sepakbola Muda
photo Izzudin - Beritajakarta.id

DKI Terus Bina Pesebakbola Muda

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama membuka secara resmi Jakarta Football Festival Rusun Cup 2015 di Stadion Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10).

Kita akan latih terus supaya ke depannya punya klub bola lebih bagus lagi

Turnamen tersebut akan diikuti 18 klub rumah susun (Rusun) di DKI Jakarta. Diharapkan, turnamen akan melahirkan pesebakbola muda binaan asal DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, rumah susun (Rusun) merupakan inkubator untuk melahirkan orang-orang berprestasi. Untuk itu, pihaknya mendorong yang tinggal di Rusun lebih disiplin.

Pelatih dari Brazil dan Argentina Didatangkan untuk Rusun Cup

"Kita akan latih terus supaya ke depannya punya klub bola lebih bagus lagi," katanya, Sabtu (24/10).  

Dikatakan Basuki, pihaknya sudah mendapatkan sponsor yang akan menggelontorkan dana sebesar Rp 40 miliar setiap tahunnya untuk pembinaan klub sepakbola.

"Selama dua tahun kita tidak bisa tanding, FIFA kan mencoret kita mendapat sanksi," ujarnya.

Ditambahkan Basuki, dua tahun ke depan pihaknya akan melakukan pembinaan pada sepakbola muda DKI Jakarta.

"Klub apapun asal punya duit, kita bisa usulkan bisa tandingan dan bikin pertandingan-pertandingan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati