You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kali Tirem Lagoa Mulai Dinormalisasi
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Kali Tirem Lagoa Mulai Dinormalisasi

Ratusan meter Kali Tirem Lagoa, Jakarta Utara dinormalisasi. Tiga unit eskavator dikerahkan untuk mempercepat pengerukan sedimen di kali.

Total panjang kali dari mulai Rumah Pompa Sunter Utara hingga Yos Sudarso tiga kilometer. Tapi, untuk tahap pertama normalisasi akan kami lakukan sepanjang 600 meter

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Kasna mengatakan, normalisasi Kali Tirem Lagoa dilakukan sepanjang wilayah RW 06, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Tanjung Priok dengan panjang sekitar 600 meter. Selain adanya pendangkalan akibat sedimen, aliran kali menyempit karena banyaknya bangunan liar yang didirikan oleh warga.

“Akibat kondisi itu, lebar kali yang awalnya 10 meter lebih, kini menyempit hingga tinggal menyisakan 2-4 meter,” ujar Kasna, Senin (9/11).

Keruk Kali, DKI Anggarkan Dana Rp 500 Miliar

Menurut Kasna, kondisi seperti ini harus segera diperbaiki. Terlebih Jakarta sudah mulai masuk musim penghujan. “Total panjang kali dari mulai Rumah Pompa Sunter Utara hingga Yos Sudarso tiga kilometer. Tapi, untuk tahap pertama normalisasi akan kami lakukan sepanjang 600 meter," ucapnya.

Dengan normalisasi tersebut, lanjut Kasna, setidaknya bisa mengurangi banjir di wilayah Kelurahan Warakas, Sungai Bambu, Kebon Bawang dan Papanggo. "Langsung kita kerahkan tiga unit eskavator supaya pengerjaan bisa cepat selesai," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1172 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati