You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Tumpahan Minyak Kapal Karam Menyebar Di Pulau Seribu
photo Suparni - Beritajakarta.id

Tumpahan Minyak Cemari Laut Pulau Bokor

Kapal TB Mitra Anugrah 10 yang terbakar sekitar satu bulan lalu karam di Pulau Bokor, Kepulauan Seribu Selatan. Akibatnya, bahan bakar minyak kapal tersebut tumpah sehingga menyebabkan air di lokasi menjadi tercemar.

Tumpahannya sudah menyebar cukup parah, sudah sampai ke Pulau Pari dan Lancang, ini harus diperingatkan

Tumpahan bahan bakar tersebut sampai di sekitar Pulau Untung Jawa, Pulau Pari dan Pulau Lancang atau sekitar 6-7 mil.

"Tumpahannya sudah menyebar cukup parah, sudah sampai ke Pulau Pari dan Lancang, ini harus diperingatkan," ujar Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Tiur Maeda Hutapea, Selasa (10/11).

Cuaca Ekstrem, Kapal Nelayan Tenggelam di Pulau Seribu

Dikatakan Tiur, pihaknya telah melakukan langkah pencegahan untuk memulihkan kondisi air laut agar kembali jernih menggunakan disversan minyak atau menyiramkan detergen anti toxic ke laut yang tercemar.

"Kita dibantu CNOC (perusahaan minyak di Pulau Seribu -red) untuk memulihkan ini (tumpahan minyak), dengan cara yang paling sederhana," tambahnya.

Upaya pengambilan sampel pun dilakukan hingga ke dalam bangkai kapal dan masih ditemukan adanya bahan bakar. Diduga minyak tersebut sumber pencemaran yang terjadi di Pulau Bokor, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari dan Pulau Lancang.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6784 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6150 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1398 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1276 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1270 personAnita Karyati