You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
pelayanan_ptsp.jpg
photo Doc - Beritajakarta.id

Sistem Pengadaan Satu Pintu Belum Optimal

Sistem pengadaan satu pintu yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta tahun ini belum berjalan optimal. Pasalnya, sebagian besar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak bisa memenuhi berkas lelang melalui Unit Pelayanan Pengadaan (ULP).

Kalau ada SKPD yang tidak bisa mengisi pengadaan secara satuan, nilai kontraknya berapa, ya sudah dicoret saja, tidak usah pengadaan barang.

Berdasarkan ULP DKI, dari 7.000 item kegiatan selama tahun 2014 ini, baru 302 item yang masuk ke ULP dan hanya 18 yang siap dilaksanakan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, mengakui sistem pengadaan satu pintu belum berjalan optimal. "Kalau ada SKPD yang tidak bisa mengisi pengadaan secara satuan, nilai kontraknya berapa, ya sudah dicoret saja, tidak usah pengadaan barang. Masa kamu mau beli barang tidak tahu spesifikasi dan patokan harga serta kontraknya gimana," kata Basuki di Balaikota, Selasa (6/5).

Lelang Melalui ULP Kurang Diminati SKPD

Ia mengungkapkan, sebanyak 67 dari total 750 SKPD dan UKPD yang baru mengusulkan kegiatan untuk dilelang melalui ULP dan e-budgeting.

"Macam-macam (SKPD) yang bandel. Dinas Pekerjaan Umum saja banyak yang tidak mengerti kok. Ya nanti yang bandel-bandel tidak mau masukin ya kita buang saja. Kita pindahkan ke SKPD yang mau kerja cepat," jelasnya.

Ia menegaskan, sistem pelelangan satu pintu dan e-budgeting akan mengakibatkan SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) membengkak. Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu tidak akan bergeming soal urusan SILPA. Sebab, sistem e-budgeting dinilai memungkinkan pengawasan yang lebih baik.

"Jadi dulu orang terbiasa gelondongan, sekarang harus dirinci. Ketika enggak dirinci ya tidak akan keluar itu uang. Mungkinnya itu bukan hambatan, hambatan harus mindset yang diubah," tegasnya.

Alhasil, lanjut Basuki, hal itu sering dijadikan alasan oleh SKPD yang bandel untuk mendesak mengembalikan sistem lelang pengadaan barang dikembalikan ke cara lama.

"Yang jadi pertanyaan kita ini kan kenapa SKPD ini enggak mau, apa karena dulu ada yang namanya anggaran siluman? Sekarang dia bangun persepsi seolah-olah kami lebih buruk daripada pak Foke karena banyak SILPA," tuturnya.

Untuk itu, menurut Basuki, pihaknya akan tetap konsisten menerapkan sistem pengadaan satu pintu. "Saya bilang kami tidak masalah kok banyak SILPA, daripada balik ke sistem lama. Dengan adanya ULP kan dari 50-an ribu pengadaan barang yang kita masukin ke e-budgeting, keluar tinggal 7 ribu, lebih mudah diawasin kan," tambahnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4996 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye3000 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1798 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1786 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1748 personNurito