You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
SPBG Pesing Stop Beroperasi
photo Doc - Beritajakarta.id

SPBG Pesing Rusak, Pelayanan Transjakarta Terhambat

Akibat rusaknya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, aktivitas pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) untuk bus Tranjakarta koridor 1 dan 8 dihentikan. Kondisi ini membuat pelayanan terganggu hingga akhirnya banyak penumpang yang keleleran karena terlalu lama menunggu kedatangan bus.

Bus yang biasanya mengangkut penumpang di halte 15 menit sekali, sekarang bisa 30-45 menit sekali. Akibatnya penumpukan penumpang tidak bisa dihindarkan

Dirut Perum Damri yang mengoperasikan bus Transjakarta di koridor 1 dan 8, Joni Hendri mengatakan, akibat tidak berfungsinya SPBG di Pesing, Jakarta Barat, sejak Jumat (25/4) lalu, pihaknya terpaksa mengisi di SPBG Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat dan Mampang, Jakarta Selatan. Itu pun harus antre 3-6 jam. Sebab, di SPBG Jelambar tersebut banyak juga bus yang mengisi BBG dari koridor 2, 3, 9, 11 dan 12. Kondisi itu, diakuinya membuat pelayanan menjadi terganggu. Salah satunya yakni keterlambatan pengangkutan penumpang khususnya di koridor 1 jurusan Blok M-Kota dan koridor 8 jurusan Lebak Bulus-Harmoni.

“Bus yang biasanya mengangkut penumpang di halte 15 menit sekali, sekarang bisa 30-45 menit sekali. Akibatnya penumpukan penumpang tidak bisa dihindarkan,” ujar Joni, Rabu (7/5).

Soal Hibah Bus, Jokowi Sependapat dengan Ahok

Joni menambahkan, dalam keadaan normal 60 bus Transjakarta miliknya mampu beroperasi sekitar 14 perjalanan perhari. Namun saat ini hanya mampu beroperasi 8-10 perjalanan perhari. Akibatnya, pihaknya mengalami kerugian sebesar Rp 40 Juta perhari.

Sementara itu, Dirut PT Davalti Mugi Utama Gasindo, selaku pengelola SPBG Pesing, Heru Wiwowo mengatakan, berhentinya pengoperasian SPBG di Pesing itu terjadi sejak lima hari lalu disebabkan kedua mesin pompanya mengalami kerusakan.

“Kami sudah perbaiki, tapi masih tetap bocor. Hingga saat ini kami masih menunggu kedatangan mesin yang kami pesan dari luar negeri dan kami usahakan secepatnya hingga pengisian BBG berjalan normal,” terang Heru.

Ia mengakui, kedua mesin pompa gas miliknya itu dibuat sejak 1996 dan baru mengalami perbaikan besar pada 2008 silam. Artinya, kerusakan kedua mesin pompanya itu terjadi lantaran sudah termakan usia. Untuk itu, pihaknya saat ini tengah memesan satu pompa dari luar negeri yang berkapasitas 1.500 meter per kubik. Sementara satu pompa lainya hanya menunggu kedatangan suku cadang mesin yang tengah dipesannya dari luar negeri juga.

Adapun kedua mesin pompa di SPBG Pesing, kata Heru, saat ini berkapasitas 1.000 meter per kubik dengan kapasitas pengisian maksimal 350 unit kendaraan berbahan bakar gas, seperti bus Transjakarta, bajaj dan taksi.

“Kami juga mengalami kerugian per hari Rp 50-100 Juta. Untuk itu kami saat ini terus menggenjot permintaan mesin tersebut," tegasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1720 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian Kerja PPPK

    access_time29-03-2026 remove_red_eye1311 personDessy Suciati
  3. Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

    access_time31-03-2026 remove_red_eye1083 personDessy Suciati
  4. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1072 personFolmer
  5. Satpol PP Pesanggrahan Tertibkan Puluhan Spanduk dan Baliho

    access_time30-03-2026 remove_red_eye894 personTiyo Surya Sakti