You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sampah di Saluran Air, Penyebab Banjir di Tambora
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Sampah di Saluran Air, Penyebab Banjir di Tambora

Wali Kota Jakarta Barat, Anas Efendi mengatakan, penyebab utama terjadinya banjir di kawasan Kecamatan Tambora adalah penumpukan sampah di saluran air.

Semua penutup beton saluran air dibongkar untuk kita bersihkan sampah dan lumpur

Dikatakan Anas, akibat banyak saluran yang tersumbat sampah dan endapan lumpur, beberapa wilayah kerap tergenang banjir saat hujan deras. Karena itu, Anas menginstruksikan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan pengerukan lumpur dan membersihkan sampah di sejumlah saluran.   

"Sebenarnya sudah lama saluran air di Tambora belum diperbaiki. Sehingga saluran mengalami pendangkalan dan menyebabkan banjir," kata Anas, saat memimpin apel petugas PPSU se-Kecamatan Tambora, di Pasar Mitra Jembatan Lima Jalan KH Moh Mansyur, Kamis (19/11).

Normalisasi Saluran di Jl Harsono RM Rampung

Ditegaskan Anas, semua penutup beton saluran air harus dibongkar agar bisa mempermudah proses pembersihan saluran air.

"Semua penutup beton saluran air dibongkar untuk kita bersihkan sampah dan lumpur. Air di saluran tidak boleh mampet," ujar Anas.

Usai memimpin Apel, Anas bersama pejabat di lingkungan Pemkot Administrasi Jakarta meninjau pelaksanaan pembersihan sampah di saluran sepanjang Jalan KH Moh Mansyur.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye941 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye923 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye843 personBudhi Firmansyah Surapati