You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Fasilitas-Hutan-Kota-Srengseng-Rusak
photo Septradi Setiawan - Beritajakarta.id

Fasilitas Hutan Kota Srengseng Rusak

Sejumlah fasilitas di kawasan Hutan Kota Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, mengalami kerusakan. Diantaranya kursi yang sudah keropos, trotoar pejalan kaki berlubang, lampu penerangan padam, serta besi tempat bermain anak yang terkelupas.

Saya sudah laporkan, informasinya akan direhab tahun depan

Penanggung Jawab Hutan Kota Srengseng, Ade Karlan mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kerusakan sejumlah fasilitas tersebut kepada Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta.

"Saya sudah laporkan, informasinya akan direhab tahun depan," kata Ade, Rabu (25/11).

Tujuh Hutan Kota Diusulkan Dipasang Lampu Sorot

Menurut Ade, selain merehabilitasi sejumlah fasilitas, pihaknya juga mengajukan pemasangan turap serta memagari seluruh area hutan seluas 15 hektare tersebut.

"Kalau tidak dipagar, hutan bisa rusak. Sebab ada saja warga yang suka nebang kayu untuk dipakai berbagai bangunan. Hutan ini memiliki 80 jenis pohon hutan, seperti pohon jati, mahoni, cendana dan meranti," ujar Ade.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan DKI, Darjamuni mengatakan, pihaknya baru akan melakukan peremajaan sebagian fasilitas Hutan Kota Srengseng saja. Sementara untuk keseluruhannya akan dilakukan tahun 2016 mendatang.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5862 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2369 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2116 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1710 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1622 personNurito