You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 9 Wanita PSK Asal Jaktim Direhabilitasi di PSBKW
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

9 Wanita PSK Asal Jaktim Direhabilitasi di PSBKW

Sebanyak sembilan wanita pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring operasi gabungan pada Kamis (27/11) malam, di sejumlah titik wilayah rawan PSK di Jakarta Timur, saat ini dirujuk ke  Panti Sosial Bina Karya Wanita (PSBKW) Harapan Mulia, Kedoya, Jakarta Barat.

Diharapkan setelah selesai direhab, mereka tidak kembali menjadi PSK

Di PSBKW Harapan Mulia mereka akan menjalani beragam jenis rehabilitasi selama enam bulan, seperti rehabilitasi medis, psikologis, kesejahteraan sosial, religi dan keterampilan.

30 PSK di Jakut Terjaring Razia

"Diharapkan setelah selesai direhab, mereka tidak kembali menjadi PSK,"  kata M Yasin, Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Sabtu (28/11).

Menurut Yasin, ada beberapa faktor mereka menjadi PSK yakni, faktor ekonomi dan minimnya keterampilan yang dimiliki atau permasalahan rumahtangga yang berantakan. 

Sebelumnya, sebanyak 30 petugas gabungan terdiri dari petugas Pelayanan Pengawas dan Pendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial, Satpol PP Jakarta Timur dan Garnisun, berhasil mengamankan sembilan wanita PSK di sejumlah lokasi rawan PSK di Jakarta Timur, diantaranya kawasan Taman Mini, sekitar LP Cipinang dan Kebon Singkong.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye29590 personNurito
  2. Kasatpol PP Jaksel Pastikan Penertiban PKL di Jalan HR Rasuna Said Humanis

    access_time07-04-2026 remove_red_eye2280 personTiyo Surya Sakti
  3. Jakarta Melesat Duduki Peringkat Kedua Kota Teraman di ASEAN

    access_time07-04-2026 remove_red_eye1281 personDessy Suciati
  4. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1215 personFakhrizal Fakhri
  5. Legislator Dukung Penertiban Billboard Bermuatan Sensitif

    access_time06-04-2026 remove_red_eye971 personFakhrizal Fakhri