You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemprov DKI Berharap Semua Rumah Sakit Layani Pasien Miskin
photo Septradi Setiawan - Beritajakarta.id

RS di DKI Tak Boleh Tolak Pasien Miskin

Asisten Bidang Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Fatahillah mengharapkan seluruh rumah sakit yang tersebar di lima wilayah kota, tidak mengabaikan profesionalisme dalam menangani pasien miskin.

Jangan ada diskriminasi, harus melayani sepenuh hati dan tingkatkan profesionalisme

"Jangan ada diskriminasi, harus melayani sepenuh hati dan tingkatkan profesionalisme," kata Fatahillah, saat meresmikan sebuah rumah sakit swasta di Perumahan Citra, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/12).

Menurut Fatahillah, Pemprov DKI telah berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan kesehatan menuju Jakarta sehat.

Basuki Izinkan Audit Investigasi BPK Diperpanjang

"Makanya kami menuntut kerjasama yang strategis antara stakeholder dan Pemprov DKI, agar menyediakan layanan kesehatan dengan biaya terjangkau yang bisa melayani pasien dengan setulus hati," ujar Fatahillah.

Kepala Dinas Kesehatan DKI, Koesmedi Priharto menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan sanksi bagi rumah sakit yang menolak perawatan pasien tidak mampu.

"Aturannya kan jelas, kalau mereka menolak akan kami evaluasi. Bahkan sampai pencabutan izin," tegas Koesmedi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6611 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5644 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2181 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2088 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1852 personAnita Karyati