You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Soal Sampah dan PKL Banyak Dikeluhkan Warga Sunter Jaya
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Soal Sampah dan PKL Banyak Dikeluhkan Warga Sunter Jaya

Permasalahan sampah dan pedagang kaki lima (PKL) paling banyak dilaporkan warga Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, melalui aplikasi Qlue.


Lurah Sunter Jaya, Een Hermawan mengatakan, dalam sehari bisa masuk dua sampai tiga aplikasi Qlue yang melaporkan permasalahan sampah dan PKL.

“Permasalah PKL dan sampah memang paling banyak melalui aplikasi qlue yang kami terima. Tapi,laporan tersebut satu-persatu kami langsung tindak lanjuti seperti persoalan sampah dalam hal ini kami langsung mengerahkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk membersihkannya,” ujar Een, Jumat (11/12).

DKI akan Terapkan Aplikasi Sistem Informasi di 22 Rusun

Sedangkan untuk PKL yang berjualan bukan pada tempatnya atau dianggap melanggar Perda No 8 Tahun 2007, tentang ketertiban umum, sambung Een, terlebih dahulu diberikan surat imbauan sebelum dilakukan penertiban.

Ditambahkan Een, untuk memantau serta merespon laporan warga melalui aplikasi qlue, pihaknya memiliki tim khusus yang berjumlah enam  personel terdiri dari petugas PPSU dan Satpol PP.

"Permasalahan lainnya laporan warga, misalnya jalan rusak, lampu PJU yang padam dan lain sebagainya yang tidak dapat kami tangani karena keterbatasan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) atau sifatnya berat, kami langsung laporkan ke unit terkait," tandas Een.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12558 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1387 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1381 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1326 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1033 personBudhi Firmansyah Surapati