You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Petugas Gabungan Bersihkan Saluran PHB TMII
photo Nurito - Beritajakarta.id

Petugas Gabungan Bersihkan Saluran PHB TMII

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur melakukan pembersihan saluran Penghubung (PHB) TMII. Penebangan pohon di pinggir saluran pun dilakukan untuk mencegah tumbang.

Panjangnya sekitar satu kilometer. Kita bersihkan karena sudah mulai mengalami pendangkalan akibat sampah dan sedimen yang mengendap cukup lama

Lurah Lubang Buaya, Ahmad Fathoni mengatakan, ada 100 petugas PPSU yang dikerahkan untuk melakukan pembersihan saluran. Sedimen dan sampah banyak mengendap dan menyebabkan pendangkalan.

Basuki: Hujan Besar Kelima Jakarta Aman

"Panjangnya sekitar satu kilometer. Kita bersihkan karena sudah mulai mengalami pendangkalan akibat sampah dan sedimen yang mengendap cukup lama," ujarnya, Minggu (20/12).

Menurutnya, selama ini Saluran PHB TMII kerap menjadi pemicu genangan di sejumlah lokasi. Antara lain di SMA 113, Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dan permukiman warga. Aksi bersih-bersih ini melibatkan kelurahan, kecamatan, Satpol PP, TNI, Polri dan PPSU.

Usai normalisasi, bantaran saluran air di bekas berdirinya bangunan langsung diturap. Anggarannya bantuan dari Yayasan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dan swadaya masyarakat. Turap dipasang sepanjang sekitar 12 meter dengan ketinggian 1,5 meter. 

"Tujuannya agar warga tidak lagi mendirikan bangun di atas saluran air," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1183 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1158 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye947 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye931 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye846 personBudhi Firmansyah Surapati