You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Angkutan Ngetem Masih Jadi Masalah Di Tanah Abang
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Angkutan Ngetem Masih Jadi Masalah di Tanah Abang

Banyaknya angkutan umum yang melintas di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat menyisakan sejumlah masalah. Salah satunya, angkutan yang ngetem di sembarang tempat. Akibatnya, kemacetan sering kali tak terhindarkan.

Kalau ada petugas baru mereka jalan, makanya kita harap petugas bisa ditambah

Pantauan Beritajakarta.com, sejumlah angkutan umum masih terlihat mangkal di sepanjang Jalan Jatibaru hingga kawasan Pasar Blok B. Petugas di lokasi juga tampaknya tidak bisa berbuat banyak imbas tingginya kendaraan yang melintas dan akses jalan yang tidak memadai.



"Kalau ada petugas baru mereka jalan, makanya kita harap petugas bisa ditambah melakukan pengawasan di kawasan Tanah Abang," ujar Usman (32), warga sekitar, Selasa (22/12).



Basuki Ingin Tarif Angkutan Umum di Jakarta Rp 3.500

Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat, Henry Perez Sitorus‎ mengatakan, salah satu kendala dalam pengawasan adalah minimnya jumlah anggota yang ada. 



"Padahal petugas kita juga harus diturunkan melakukan pengecekan surat kendaraan, setop operasi dan derek, dalam sehari saja bisa sampai 600-an kendaraan yang ditindak," katanya.



Saat ini, lanjut Perez, di sejumlah titik di kawasan Tanah Abang petugas di-ploating untuk melakukan pemantauan. 

"Petugas kita dalam satu shift itu sekitar 90 orang saja, memang sangat jauh dari cukup, padahal jumlah pelanggaran di Jakarta Pusat sendiri tertinggi dibandingkan seluruh wilayah DKI Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1183 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1158 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye947 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye931 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye846 personBudhi Firmansyah Surapati