You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lonjakan Penumpang di Termina Kp Rambutan Terjadi Mulai Kemarin
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Ratusan Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Terlantar

Ratusan penumpang di Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan terlantar pada Kamis (24/12). Kondisi ini merupakan imbas dari kemacetan parah yang melanda sejumlah ruas tol dalam dan luar kota hari ini.

Saya nunggu Bus Gapuraning Rahayu, sudah dari pagi nunggu, saya mau pulang ke Cilacap

Pantauan Beritajakarta.com, jalur keberangkatan bus masih terlihat sepi. Hanya terlihat tiga bus reguler yang tampak parkir menunggu calon penumpang.

"Saya nunggu Bus Gapuraning Rahayu, sudah dari pagi nunggu, saya mau pulang ke Cilacap. Katanya sih karena macet," tutur Rika ditemani satu putrinya, Kamis (24/12).

Melalui pengeras suara, sesekali petugas meminta calon penumpang bersabar menunggu bus yang akan mengangkut mereka tiba. Penumpukan calon penumpang pun tak terhindarkan.

Pasalnya, calon penumpang terus berdatangan. Penumpang yang awalnya memadati ruang tunggu mulai meluber sampai ke jalur keberangkatan.

"Penumpang belum terangkut semua karena kedatangan bus ada keterlambatan. Penyebabnya banyak yang liburan sehingga hampir di semua ruas ruas tol macet," ungkap Tito Hendarto, Komandan Regu 2, Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan.

Dikatakan Tito, hampir semua bus reguler dari luar kota, baik arah utara maupun selatan, yang menuju Terminal Kampung Rambutan mengalamai keterlambatan.

"Jalur keberangkatan masih sepi, karena keterlambatan jalan itu," tandas Tito.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye937 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati