You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Serapan Rendah, UKPD di Jaksel akan Dievaluasi
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Serapan Rendah, UKPD di Jaksel akan Dievaluasi

Hingga akhir Desember, penyerapan APBD Pemkot Administrasi Jakarta Selatan telah mencapai 64 persen. Tercatat Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan merupakan Unit Kerja Perangkat Kerja (UKPD) paling tinggi penyerapannya.

Untuk pelayanan kependudukan tertinggi karena kemarin masih ada pelaksanaan Pelayanan Terpadu Malam Hari dan pelayanan kependudukan lainnya berjalan

"Untuk pelayanan kependudukan tertinggi karena kemarin masih ada pelaksanaan Pelayanan Terpadu Malam Hari dan pelayanan kependudukan lainnya berjalan," kata Hidayat Budiawan, Kepala Kantor Perencanaan Kota Jakarta Selatan, Rabu (30/12).

Menurut Hidayat, penyerapan paling rendah yakni Kantor Keluarga Berencana (KB) dan Suku Dinas Kesehatan.

Djarot Optimistis Serapan APBD 2016 Capai 80 Persen

Dikatakan Hidayat, untuk Suku Dinas Kesehatan, penyerapan rendah karena belum terealisasi pembebasan lahan Puskesmas Kecamatan Pancoran.

Hidayat menambahkan, Pemkot Administrasi Jakarta Selatan akan mengevaluasi UKPD yang serapan anggarannya minim akan dievaluasi.

"Yang akan dievaluasi program yang berkaitan dengan visi dan misi Gubernur DKI Jakarta, dan target capaian yang belum tercapai berarti digeser ke tahun berikutnya," terang Hidayat.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1355 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1209 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye996 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye966 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye789 personFakhrizal Fakhri
close