You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jelang Ramadhan, Sudin Sosial Jaktim Antisipasi PMKS
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Jelang Ramadhan, Sudin Sosial Jaktim Antisipasi PMKS

Menjelang bulan puasa Ramadhan, Suku Dinas Sosial Jakarta Timur sudah melakukan antisipasi melonjaknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), khususnya pengemis dengan tindakan persuasif untuk mengurangi tingkat kerawanan. Diperkirakan ribuan PMKS akan menyerbu ibu kota selama Ramadhan, yang akan memadati perempatan lampu merah, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga tempat pemakaman umum (TPU).

Para PMKS ini rutin datang ke Jakarta selama ramadhan untuk mencoba mencari nafkah dengan memanfaatkan kemurahan hati warga yang akan bersedekah

Kepala Sudin Sosial Jakarta Timur, Masyudi mengungkapkan, untuk mengantisipasi serbuan PMKS, pihaknya sudah merekrut 40 petugas dari unsur masyarakat. Puluhan petugas yang sudah terlatih ini berfungsi untuk melakukan penertiban dan mensosialisasikan Perda DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 tentang Pelanggaran Ketertiban Umum.

"Para PMKS ini rutin datang ke Jakarta selama ramadhan untuk mencoba mencari nafkah dengan memanfaatkan kemurahan hati warga yang akan bersedekah," kata Masyudi. Kamis (22/5).

Bawa Anak, Manusia Gerobak Terjaring Satpol PP

Menurut Masyudi, tindakan persuasif dilakukan agar para PMKS tidak lagi melanggar Perda Nomor 8 tahun 2007.  Mereka yang tergolong dalam PMKS terdiri dari gelandangan, pengemis, pengamen, psikotik (orang gila). "Jika setelah tindakan persuasif itu para PMKS masih melanggar atau tidak mengindahkan himbauan tersebut, kami akan lakukan tindakan represif dalam bentuk penangkapan," paparnya.

Masyudi menambahkan, peran masyarakat sangat berpengaruh pada jumlah PMKS tersebut. Untuk itulah dia menghimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis, sehingga secara tidak langsung akan menekan jumlah PMKS itu sendiri

“Apalagi Pasal 40 Perda 8 tahun 2007 menyebutkan, pelanggaran perda itu dipidana kurungan paling singkat 20 hari dan paling lama 90 hari atau denda paling sedikit Rp 500 ribu dan paling banyak Rp 30 juta,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye2032 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

    access_time19-06-2026 remove_red_eye912 personDessy Suciati
  3. Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

    access_time20-06-2026 remove_red_eye882 personNurito
  4. Siswi SMA Meninggal Akibat Kabel, Pemprov DKI Bantu Pemakaman dan Beri Santunan

    access_time19-06-2026 remove_red_eye874 personDessy Suciati
  5. HUT Jakarta, PAM JAYA-TP PKK Gratiskan Khitan 2.000 Anak

    access_time19-06-2026 remove_red_eye848 personAldi Geri Lumban Tobing