You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 5.500 Unggas di Kebon Kosong Ditertibkan
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

5.500 Unggas di Kebon Kosong Ditertibkan

Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat kembali melakukan penertiban unggas di permukiman. Hasilnya, sebanyak 5.500 ekor burung dara di RW 06, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, ditertibkan petugas.

Sudah beberapa kali diingatkan, tapi masih saja melanggar

Pantauan Beritajakarta.com, petugas membongkar kandang yang digunakan untuk beternak burung dara. Petugas memusnahkan sejumlah burung dara untuk memberikan efek jera bagi pemilik.

"Sudah beberapa kali diingatkan, tapi masih saja melanggar, makanya kita tertibkan sesuai Perda No 4 tahun 2007 tentang Pengendalian dan Pengawasan Unggas," ujar Muljadi, Kasudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat, Rabu (13/1).

708 Bangkai Ayam Tiren Diamankan

Menurut Muljadi, pemilik sudah berjanji segera memindahkan seluruh unggas miliknya keluar DKI. Saat ini, DKI Jakarta sudah menjadi kawasan bebas flu burung sehingga sudah ada larangan beternak unggas dan sejumlah hewan lainnya yang rentan penyebaran penyakit rabies.

"Sederhananya, Jakarta memang sudah dinyatakan bebas rabies. Namun provinsi di sekitarnya masih rawan penyebaran penyakit tersebut. Jadi harus tetap waspada," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1332 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1169 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye966 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye936 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye767 personFakhrizal Fakhri
close