You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Cuaca Ekstrim, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Cuaca Ekstrim, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Jabodetabek, Senin (25/1). Hujan yang mengguyur wilayah ibu kota dan sekitarnya sejak tadi malam masih akan terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat.

Hujan yang mengguyur wilayah ibu kota dan sekitarnya sejak tadi malam masih akan terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat

Hujan mengguyur wilayah Kresek, Kronjo, Kosambi, Mauk, Rajeg, Pasar Kemis, Sepatan, Pakuhaji, Teluk Naga, Kalideres, dan Medansatria. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 08.00 dan meluas ke wilayah Jatiuwung, Tangerang, Benda, Cipondoh, dan Batu Ceper.

Wilayah lainnya yang juga diguyur hujan seperti Ciledug, Pondok Aren, Serpong, Ciputat, Cengkareng, Penjaringan, Kembangan, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Gambir, Tambora, Pademangan, Sawah Besar, Kemayoran, Tanjung Priok, dan Kelapa Gading.

Sepanjang Hari, Jakarta akan Diguyur Hujan

Selain itu, Koja, Cilincing, Cempaka Putih, Senen, Menteng, Matraman, Jatinegara, Pulogadung, Cakung, Makassar, Kramatjati, Duren Sawit, Bekasi Utara, Medansatria dan sekitarnya. BMKG juga memprediksi sepanjang hari ini Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1178 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati