You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Djarot Dukung Penuntasan Kasus Korupsi di Jajaran Pejabat DKI
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Djarot Dukung Penuntasan Kasus Korupsi

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuntasan masalah hukum yang melibatkan pejabat DKI.

Bersedia atau nggak bersedia, Pemerintah Provinsi DKI harus mendukung penegakkan hukum apa pun itu.

Salah satunya kasus baru, dugaan korupsi pengadaan alat digital education classroom di 20 sekolah SMA/SMKN Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat pada 2014 lalu.

"Bersedia atau nggak bersedia, Pemerintah Provinsi DKI harus mendukung penegakkan hukum apa pun itu. Harus itu,"  ujar Djarot, Rabu (3/2).

Djarot Puji Kinerja BPTSP DKI

Meskipun dirinya belum mengetahui detail kasus tersebut, Ia memastikan, semua pejabat DKI harus bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukannya selama menjabat.

‎Dari informasi yang dihimpun Beritajakarta.com, Direktorat Tipikor Bareskim Polri menemukan adanya dugaan korupsi pengadaan alat digital education classroom di 20 sekolah SMA/SMKN Suku Dinas Pendidikan Menegah Jakarta Barat tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2014.‎

Penyelidikan kasus ini, naik ke penyidikan pada 27 Januari 2016. Sebelumnya, pejabat DKI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Uninterruptable Power Supply (UPS) dan Scanner-printer dalam APBD DKI 2014.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye7985 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1288 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1191 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1100 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye936 personBudhi Firmansyah Surapati