You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
korban asusila anak
photo Doc - Beritajakarta.id

Cabuli Siswi, Guru Olahraga Ditahan Polisi

Setelah 21 hari resmi dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Metro Jakarta Timur, dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual, akhirnya guru olahraga SDN Pondok Rangon 06 Petang, Cipayung, Jakarta Timur, berinisial I, Rabu (28/5) dijebloskan ke sel tahanan. Oknum guru tersebut dituding telah mencabuli siswa didiknya, W (11) di toilet sekolah tersebut. Kasus pencabulan itu sendiri dilaporkan ke kantor polisi pada Rabu (7/5) silam.

Pelaku dugaan kasus pencabulan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak kemarin. Kami masih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni menjelaskan, penahanan terhadap I ini mengacu dari hasil visum korban serta pemeriksaan delapan orang saksi. Atas dasar dua alat bukti itulah, pihaknya kemudian menahan pelaku pencabulan itu. Pasalnya, polisi khawatir pelaku bisa melarikan diri atau menghilangkan barang bukti lainnya.

"Pelaku dugaan kasus pencabulan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak kemarin. Kami masih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka," kata  Mulyadi Kaharni, Kamis (29/5).

Siswi Kelas 3 SD Diduga Dicabuli Guru

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Didik Sugiarto mengungkapkan, berdasarkan hasil visum di RSCM, pada diri korban tidak terbukti adanya kasus pemerkosaan. Namun yang terbukti adalah pencabulan. "Kami masih mendalami kasusnya. Jika hasil pemeriksaan membuktikan pelaku bersalah maka akan dijerat dengan UU tentang Perlindungan Anak pasal 82. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun," tukasnya.

Sementara, Plt Kasie Dikdas Kecamatan Cipayung, Bambang Suprapto mengatakan, oknum guru berinisial I ini sebelumnya telah bersumpah tak melakukan tindak pencabulan. Ia bersumpah bersama dengan guru wali kelas berinisial M di hadapan kepala sekolah dan pejabat Dikdas Jakarta Timur.

"Bahkan I dan M ini membuat surat pernyataan di atas meterai dan bersumpah dengan menyebut nama Allah. Mereka mengaku tak melakukan pencabulan. Kalau pada akhirnya I terbukti bersalah melakukan pencabulan, biarlah proses hukum berjalan. Kasusnya kami serahkan pada aparat kepolisian," ujar Bambang Suprapto.

Mengenai sanksi yang akan diberikan terhadap I, pihaknya enggan mengomentarinya. Alasannya hal itu kewenangan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Jika sudah ada surat tembusan dari Polres Metro Jakarta Timur soal penetapan tersangka, pihaknya akan langsung melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Sementara, orangtua korban, Mi (45) mengaku bersyukur setelah oknum guru yang mencabuli anaknya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia berharap pelaku pencabulan anaknya itu dapat dihukum seberat-beratnya. Sebab kini anaknya trauma dan tak mau bersekolah lagi. Bahkan setiap hari anaknya mengurung diri di kamar dan tak bisa ditinggalkan orangtuanya.

Akibatnya, setiap hari kini ia kesulitan ekonomi. Sebab ia tak lagi bekerja sebagai buruh cuci di rumah rumah tetangganya karena harus menunggui anaknya siang dan malam.

"Kondisi kejiwaan anak saya masih terguncang dan tak mau sekolah. Setiap ketemu orang ketakutan, karena rasa traumanya itu. Anak saya butuh perhatian dan tak mau ditinggalin saya. Kini saya jadi kesulitan ekonomi karena tak bekerja lagi," ujar Mi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7668 personTiyo Surya Sakti
  2. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye5507 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1608 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1437 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1317 personFakhrizal Fakhri