You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Warga Kalijodo yang Single Direlokasi ke Rusun Rawa Bebek
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Rusun Rawa Bebek Juga Disiapkan untuk Warga Kalijodo

Selain direlokasi ke Rumah Susun (Rusun) Pulogebang, warga Kalijodo, Jakarta Barat, juga akan direlokasi ke Rusun Rawa Bebek, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Namun, mereka yang direlokasi ke Rusun Rawa Bebek adalah yang berstatus lajang atau single.

Warga Kalijodo yang masih sendiri akan dimasukkan ke Rusun Rawa Bebek

Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Pulogebang, Ageng Darmintono mengatakan, Rusun Rawa Bebek ini disiapkan untuk mereka yang lajang atau belum berkeluarga. Sejauh ini, pihaknya belum memiliki data jumlah warga yang akan direlokasi ke Rusun Rawa Bebek.

“Warga Kalijodo yang masih sendiri akan direlokasi ke Rusun Rawa Bebek. Namun mereka harus didata terlebih dulu, apakah single dan memiliki KTP DKI atau tidak. Sebab syaratnya warga harus ber-KTP DKI,” ujar Ageng, Senin (22/2).

Rusun Pulogebang akan Dilayani Bus Sekolah

Menurutnya, Rusun Rawa Bebek memiliki 750 unit yang tersebar di enam blok. Setiap unit maksimal diisi oleh dua orang. Satu unit hanya dikenai biaya retribusi sebesar Rp 452 ribu per bulan atau Rp 262 ribu per bulan per orang.

Penghuni rusun dilarang memasak karena tidak disediakan dapur. Di dalam hanya terdapat kamar mandi dan tempat tidur.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3452 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2347 personFakhrizal Fakhri
  3. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1184 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye935 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye923 personFakhrizal Fakhri