You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Mix Traffic di Jl Sisingamangaraja Mulai Rusak
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Lajur Mix Traffic di Jl Sisingamangaraja Rusak

Jalur bus Transjakarta yang bercampur dengan kendaraan umum atau mix traffic di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan rusak di beberapa titiknya.

Perbaikan jalan harus diperhatikan tahan lamanya, apalagi yang lewat bus Transjakarta yang kapasitasnya besar. Tetesan air ditambah tergerus ban bikin jalan rusak

Pantauan Beritajakarta.com, kondisi rusaknya mix traffic yang paling parah kerusakannya berada persis di depan halte Transjakarta Masjid Agung Al-Azhar. Warna merah yang menjadi tanda lajur sudah terkelupas, bahkan lubang banyak terbentuk akibat genangan air.

Pedestrian Jl Pattimura Mulai Rusak

David (23) mahasiswa yang baru saja menggunakan jasa bus Transjakarta menilai perbaikan jalan rusak hanya sebatas tambal sulam tanpa bisa mengatasi kerusakan secara sempurna.

"Buktinya bekas tambalan bergelombang, ada yang berlubang ada yang cembung. Perbaikan jalan harus diperhatikan tahan lamanya, apalagi yang lewat bus Transjakarta yang kapasitasnya besar. Tetesan air ditambah tergerus ban bikin jalan rusak," tutur David, Selasa (23/2).

Mahasiswa Al-Azhar Indonesia, Putri (20) menilai, jalan yang rusak bisa berdampak kepada komponen bus maupun kendaraan lain yang melintas.

"Gimana busnya nggak ikut-ikutan rusak kalau jalannya aja begitu," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1174 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati