You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
6.000 Pelajar dan Mahasiswa Tampilkan Tarian Ratoh Jaroe di TMII
photo Nurito - Beritajakarta.id

6.000 Pelajar dan Mahasiswa Menari Ratoh Jaroe di TMII

Sebanyak 6.000 pelajar dan mahasiswa akan menari tari ratoh jaroe asal pesisir Aceh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Secara massal tarian itu dipentaskan di Plaza Tugu Api Pancasila, pada 24 April mendatang.

Kegiatan pekan HUT ke 41 TMII ini digelar dari 17-24 April mendatang. Selama sepekan itu banyak kegiatan yang disuguhkan untuk pengunjung TMII

Ketua Panitia Pekan HUT ke 41 TMII, Mariano mengatakan, kegiatan tarian massal ini rencananya akan dicatatkan di rekor MURI sebagai tarian kolosan dengan peserta terbanyak.

Selain itu disuguhkan pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival. Yakni karnaval yang sangat unik karena mengangkat tema etnik tradisional kontemporer dari budaya lokal Banyuwangi yang dikemas dalam karnaval bertaraf internasional.

Libur Awal Tahun, Pengunjung TMII Membeludak

"Kegiatan pekan HUT ke 41 TMII ini digelar dari 17-24 April mendatang. Selama sepekan itu banyak kegiatan yang disuguhkan untuk pengunjung TMII. Mulai dari kebudayaan, kesenian, pameran busana daerah hingga kuliner nusantara dan berbagai kegiatan lainnya,"  katanya, Selasa (15/3).

Pekan HUT ke 41 TMII ini ditargetkan mampu menyedot 350 ribu pengunjung. Angka ini meningkat dibanding perayaan HUT TMII tahun lalu yang mencapai 300 ribu pengunjung.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11138 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1336 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1264 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1262 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye978 personBudhi Firmansyah Surapati