You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Puluhan Unggas di Cilandak Dimusnahkan
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Puluhan Unggas di Cilandak Kembali Dimusnahkan

Warga yang tinggal di sana pasrah ketika unggas mereka diminta oleh para petugas

Petugas Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Selatan, kembali menyisir lokasi penemuan unggas mati akibat virus flu burung di perkampungan pemulung di RT 14/04, Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sebanyak  19 ekor ayam dan empat ekor entog yang ditemukan langsung diamankan untuk dimusnahkan petugas.

Unggas Terjangkit Flu Burung Sempat Dikonsumsi Warga

Kepala Seksi KPKP Kecamatan Cilandak, Eti Rohaeti mengatakan, pihaknya sudah dua kali melakukan sosialisasi kepada warga tentang Perda No 4 tahun 2007. Dalam perda tersebut, diatur bahwa unggas tidak untuk dipelihara di DKI Jakarta.

"Makanya warga pasrah ketika unggas mereka diminta petugas. Kita sudah sosialisasikan," ujarnya, Selasa (22/3).

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan, Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Yuli Absari menambahkan, pihaknya akan memotong sebelum membakar unggas yang disita. Unggas yang sudah terpotong beserta kandangnya akan dimasukkan ke dalam lubang untuk dibakar.

"Penyisiran dan penertiban ini tidak berhenti sampai hari ini. Pemantauan dan penyisiran akan terus dilakukan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6913 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5681 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3613 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2134 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1897 personAnita Karyati