You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Unggas Terjangkit Flu Burung Sempat Dikonsumsi Warga
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Unggas Terjangkit Flu Burung Sempat Dikonsumsi Warga

Matinya puluhan unggas peliharaan akibat virus Avian Influenza (AI) atau flu burung di wilayah RT 14/14, Jalan Lebak Bulus V, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan ternyata tidak disadari para pemiliknya.

Ada lima ayam yang mati mendadak dan sebagian ada yang dipotong untuk dikonsumsi

Bahkan, sejumlah unggas peliharaan tersebut sebelumnya ada yang dipotong dan konsumsi untuk dimakan.

Wagiman (45), salah satu pemilik unggas mengaku, tidak mengetahui jika ayam perliharaannya itu mati karena terjangkit flu burung. Sejak Senin (14/3) malam, unggas peliharaannya tersebut sudah berkondisi lemas dan tidak mau makan hingga akhirnya ditemukan mati pada keesokan harinya.

DKI Tingkatkan Razia Unggas di Permukiman

"Ada lima ayam yang mati mendadak dan sebagian ada yang dipotong untuk dikonsumsi," katanya, Minggu (20/3).

Menurut Wagiman, kematian puluhan unggas secara mendadak ini kemudian dilaporkan kepada Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Selatan. Pada Jumat (18/3), ayam peiharaan warga dari lingkungannya yang berkondisi sakit dimusnahkan petugas.

"Hari Jumat 10 ayam yang kecil-kecil dimusnahkan oleh petugas, karena dikhawatirkan bisa menular," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11081 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1335 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye976 personBudhi Firmansyah Surapati