You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki Naik Kopaja ke Balai Kota DKI
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Basuki Naik Kopaja ke Balai Kota DKI

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama melakukan survei langsung operasional bus Kopaja yang bergabung dengan Transjakarta. Untuk ke Balai Kota DKI, Jumat (1/4) pagi tadi Basuki menaiki bus Kopaja.

Aku ingin tahu saja nunggu berapa lama. Kan sekarang sudah ada peningkatan

Basuki mengatakan, sengaja menggunakan Kopaja untuk mengetahui pelayanan transportasi tersebut. Saat ini PT Transjakarta tengah memperbaiki pelayanan kepada penumpang.

"Aku ingin tahu saja nunggu berapa lama. Kan sekarang sudah ada peningkatan," ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta.

Bus Sekolah di Terminal Blok M Dikawal Petugas

Ada beberapa kekurangan yang menjadi cacatan Basuki usai menggunakan naik kopaja. Dia menilai di koridor 12 (Pluit-Tanjung Priok) untuk bus Kopaja susunan kursinya dinilai kurang tepat. Seharusnya kursinya menghadap ke depan, seperti bus-bus lainnya. Sehingga penumpang tidak kesulitan saat berdiri.

"Kenapa nggak bikin kayak metromini yang lama. Ini kan juga highdeck kan, orang yang naik kursi roda susah. Walau pun dia bisa naik dari halte, nah ini yang kami lagi perbaiki," katanya.

Basuki mengaku, dengan menggunakan angkutan umum dirinya lebih lama tiba di Balai Kota DKI. Basuki naik dari Halte Waduk Pluit dan turun di Halte Balai Kota, membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sedangkan dengan menggunakan kendaraan pribadi hanya selama 25 menit saja.

"Tadi aku agak telat saja, begitu aku sampai bus nya baru lewat. Saya tunggu kira-kira hampir 15 menit, naik busnya 30 menit," tandasnya.

Kedepan, Basuki ingin memperpendek waktu tunggu hingga 5-10 menit saja. Sehingga penumpang tidak kehabisan waktu saat naik angkutan umum.

Selain survei, Basuki pun juga menjalankan Instruksi Gubernur (Ingub) 150 tahun 2013 tentang penggunaan kendaraan umum bagi pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dimana setiap hari Jumat pekan pertama, pegawai negeri sipil (PNS) dilarang membawa kendaraan pribadi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6859 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6334 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1442 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1421 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1341 personAldi Geri Lumban Tobing