You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Makam di TPU Menteng Pulo akan Diinventarisasi
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Makam di TPU Menteng Pulo akan Diinventarisasi

‎Minimnya lahan pemakaman di DKI Jakarta membuat sejumlah lahan terpaksa dilakukan tumpang tindih. Namun ini hanya diberlakukan bagi makam yang tidak memperpanjang izin saja. Inventarisasi makam akan segera dilakukan.

Kalau kita perhatikan di TPU Menteng Pulo saja ada beberapa makam yang sudah sangat tua dan hampir tak kelihatan. Makanya harus dinventalisir lagi

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Diah Kurniati mengatakan, pihaknya sudah meminta agar bidang yang membawahi pemakan segera menginventarisir makam mana saja yang saat ini sudah lama tidak diperpanjang izinnya.

"Kalau kita perhatikan di TPU Menteng Pulo saja ada beberapa makam yang sudah sangat tua dan hampir tak kelihatan. Makanya harus dinventalisir lagi," ujarnya di TPU Menteng Pulo, Kamis (7/4).

Antisipasi Pemulung TPU Menteng Pulo ‎Dipagar

Secara aturan menurutnya ‎perpanjangan izin makam sendiri harus dilakukan selama tiga tahun sekali. Namun pihaknya akan memberi toleransi tiga bulan tambahan hingga ahli waris makam membayar retribusinya.

"Kalau tidak ya akan kita hubungi pihak keluarga, agar makamnya ditumpang. Ini mengingat lahan pemakaman di DKI kan cukup sempit," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6902 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5680 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3537 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2132 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1896 personAnita Karyati