You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jalan Rusak di Kolong FO Klender Segera Dibeton
photo Nurito - Beritajakarta.id

Jalan Rusak di Kolong FO Klender Segera Dibeton

Sudin Bina Marga Jakarta Timur segera memperbaiki Jl Raya Bekasi, tepatnya di kolong Flyover (FO) Klender atau depan Pasar Klender SS, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Selama ini jalan sepanjang sekitar 50 meter itu kondisinya rusak parah.

Kalau hanya diaspal, pasti cepat rusak lagi. Makanya akan kita beton agar lebih kuat dan tahan lama

Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Ahmad Juani Yusuf mengatakan, saat ini kondisi Jl Raya Bekasi di depan Pasar Klender SS memang rusak. Pihaknya belum memperbaiki lantaran masih banyak jalan rusak yang harus mendapatkan prioritas diperbaiki.

Terlebih jalan rusak di kawasan ini harus diperbaiki dengan cara dibeton. Ditargetkan jalan dibeton pada Mei mendatang.

Warga Keluhkan PKL di Jl Kebon Kelapa

"Kalau hanya diaspal, pasti cepat rusak lagi. Makanya akan kita beton agar lebih kuat dan tahan lama," ujar Juani, Senin (11/4).

Ditambahkan Juaini, jalan rusak di depan Pasar Klender SS harus dibeton lantaran kondisinya rusak parah.

Terlebih, setiap hari jalan penuh air sisa pedagang ikan yang berjualan di trotoar dan bahu jalan. Pedagang membuang air sisa rendaman ikan ke pinggir jalan begitu saja. Sehingga air kerap menggenang di jalan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1202 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1193 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati