You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kali Cipinang Meluap, RPTRA Kebon Pala Tergenang
photo Nurito - Beritajakarta.id

RPTRA Kebon Pala Tergenang

Pelayanan Ruang Publik Terpada Ramah Anak (RPTRA) Kebon Pala, Makasar, lumpuh. Hal itu disebabkan sejak dini hari tadi hingga sore ini, kawasan RPTRA masih tergenang luapan Kali Cipinang, hingga ketinggian 80 sentimeter.

Banjir akibat luapan Kali Cipinang. Kali seharusnya dinormalisasi secara utuh, dikeruk dan diturap agar air tidak meluap lagi

Pantauan Beritajakarta.com, hingga sekitar pukul 17.30, genangan tidak hanya terdapat di pelataran parkir setinggi sekitar 80 sentimeter. Ruang perkantoran juga turut tergenang setinggi 50 sentimeter. 

Ini Penanganan Banjir di Jatipadang

Camat Makasar, Ari Sonjaya mengatakan, saat mendapat kabar banjir akan naik, pihaknya memerintahkan petugas RPTRA untuk bersiap-siap. Seperti memindahkan komputer, barang dagangan di PKK Mart, buku -buku di perpustakaan untuk dievakuasi ke tempat aman.

"Banjir akibat luapan Kali Cipinang. Kali seharusnya dinormalisasi secara utuh, dikeruk dan diturap agar air tidak meluap lagi," kata Ari.

Sedangkan etalase di PKK Mart, meja kursi, rak buku hingga tempat laktasi terendam banjir lantaran tidak sempat dievakuasi. Akibat genangan ini pelayanan di RPTRA Kebon Pala ditiadakan sementara.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6865 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6347 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1444 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1426 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1343 personAldi Geri Lumban Tobing