You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
20 Hektar Padi di Rorotan Rusak Diserang Hama Tikus
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

20 Hektare Sawah di Rorotan Diserang Tikus

Puluhan hektare sawah di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara gagal panen akibat diserang hama tikus. Akibatnya, petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Satu hektare sawah yang terkena hama tikus petani rugi bisa Rp 15 juta

Ketua Gabungan Kelompok Petani Rorotan, Abdul Khadir mengatakan, bahwa gagalnya petani memanen lahan pertanian akibat diserang hama tikus sejak dua bulan lalu.

"Jadi lahan padi petani yang gagal panen karena diserang hama tikus sejak dua bulan lalu sekitar 20 hektare," ujar Abdul, Senin (25/4).

Kemarau, Panen Padi di Semanan Tak Maksimal

Menurut Abdul, memang untuk proses penanaman untuk musim ini ada suatu kesalahan. Para petani tidak serentak menanam padi, karena keterbatasan alat pengolahan tanah.

"Untuk itu agar penanaman padi dapat dilakukan secara serentak, kami sangat berharap pemerintah dapat memberikan bantuan mesin traktor," terang Abdul.

Jumadi (43), salah seorang petani mengaku rugi akibat hama tikus. "Satu hektare sawah yang terkena hama tikus petani rugi bisa Rp 15 juta. Dan karena gagal panen saya terpaksa harus bekerja serabutan guna menyambung hidup anak istri saya," tandas Jumadi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye3971 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir

    access_time23-06-2026 remove_red_eye1045 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye1021 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye930 personFolmer
  5. 84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

    access_time25-06-2026 remove_red_eye809 personBudhi Firmansyah Surapati