You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dari Bunderan HI, 35 Kantong Plastik Isi Sampah Diangkut Petugas Kebersihan
photo Suriaman Panjaitan - Beritajakarta.id

Aksi Demo Sisakan Sampah di Bundaran HI

Usai berorasi di kawas‎an Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sisa sampah buruh masih tampak. Jika biasanya petugas hanya mengumpulkan sampah dua kantor plastik ukuran 50x25 sentimeter. Hari ini, petugas mengumpulkan 35 kantong plastik sampah.

Sekarang kalau demo sesuka hati buang sampah, pasti lokasi itu kotor. Pemandangannya tidak indah gitu. Ya kita-kita juga yang rugi

Petugas kebersihan Kelurahan Menteng, Darmawan (41) mengatakan, setiap aksi demo, pihaknya selalu mendapati sampah berserakan.

“Sekarang kalau demo sesuka hati buang sampah, pasti lokasi itu kotor. Pemandangannya tidak indah gitu. Ya kita-kita juga yang rugi,” ucapnya, Minggu (1/5).

May Day, Koridor 2 Transjakarta Dialihkan

Ia juga mengatakan, meskipun biasanya acara Car Free Day banyak sampah, namun sebagian pedagang memungut sampahnya. Sehingga petugas juga terbantu. Berbeda dengan aksi demo yang kerap terjadi di kawasan Bundaran HI.

Oleh sebab itu, petugas hari ini disebar dibeberapa titik aksi demo untuk mengambil sampah.

“Sehari-harinya petugas yang membersihkan kawasan Bundaran HI mencapai belasan orang. Hanya saja, rekan-rekannya yang lain itu disebar dibeberapa titik yang dilalui para pendemo,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1172 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1150 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye921 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye916 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye838 personBudhi Firmansyah Surapati