You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pembangunan ITF akan Dipercepat
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Pembangunan ITF akan Dipercepat

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah meminta pembangunan ‎‎intermediate treatment facility (ITF) ‎agar dipercepat. Dengan begitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak perlu menambah banyak armada truk sampah.

Kalau ada 5 saja dan masing-masing bisa tangani sekitar 1500 ton sampah maka pengadaan truk juga tidak perlu tinggi, karena jaraknya dekat

"Kalau ada 5 saja dan masing-masing bisa tangani sekitar 1500 ton sampah, pengadaan truk tidak perlu tinggi. Karena kan jaraknya dekat," ujar Saefullah saat Supervisi Pembahasan Renja SKPD 2017, Rabu (18/5).‎

ITF Kurangi Volume Sampah ke TPST Bantar Gebang

Menurutnya, percepatan pembangunan ITF bisa dilakukan menggunakan APBD atau pihak swasta. Walau lebih mahal, menurutnya biaya yang dikeluarkan akan menghemat biaya pengangkutan sampah di masa mendatang.

"Kalau bisa, Bantargebang hanya sebagai cadangan saja. Agar segera diputuskan rencana pembangunan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, rencana pembangunan ATF di Sunter, akan dipercepat. Terlebih sejumlah pihak swasta tertarik dan sudah memaparkan presentasinya.

"Kita sedang menunggu turunan teknis penunjukannya, bahkan ada yang siap groundbreaking sebelum oktober. Pembangunan minimal 18 bulan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6784 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6156 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1400 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1277 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1273 personAnita Karyati