You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dua Ayam Kampung di Jaktim Positif Flu Burung
photo Nurito - Beritajakarta.id

2 Ekor Ayam di Jaktim Positif Flu Burung

Setelah lama tak terdengar, kasus flu burung kembali muncul di Jakarta Timur. Setidaknya dua ekor ayam milik Sumiran, warga RT 04/02 Rambutan, Ciracas, dinyatakan positif terjangkit flu burung.

Hasil pengujian laboratorium, dari lima sampel, dua di antaranya positif AI subtype H5. Sedangkan tiga lainnya negatif AI

Kepala Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Timur, Bayu Sarihastuti mengatakan, temuan kasus flu burung ini bermula adanya laporan warga. Pada tanggal 26 Mei lalu, terdapat lima ekor ayam kampung milik Sumiran, mati mendadak.

"Mendengar ada ayam mati mendadak, kami langsung kejar. Lima ayam yang dikubur itu kami bongkar dan dibawa ke laboratorium," ujar Bayu, Selasa (31/5).

314 Ekor Unggas di Sunter Agung Diamankan

Ke lima bangkai ayam diambil sampel darahnya dan dibawa ke laboratorium Kesmavet. Hasilnya, dua di antaranya dinyatakan positif terkena virus H5N1 atau flu burung.

"Hasil pengujian laboratorium, dari lima sampel, dua di antaranya positif AI subtype H5. Sedangkan tiga lainnya negatif AI," lanjut Bayu.

Untuk mencegah penularan virus flu burung, hari ini pihaknya langsung melakukan sterilisasi dengan penyemprotan menggunakan cairan pestisida. Pihaknya memastikan tidak ada virus flu burung yang menyebar di lingkungan itu.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11004 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1330 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1252 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1248 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye972 personBudhi Firmansyah Surapati