You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki: Pembangunan MRT Mundur Dua Bulan dari Jadwal
photo Doc - Beritajakarta.id

Penyelesaian Pembangunan MRT Mundur dari Target

Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) hingga saat ini terus dikerjakan. Namun, diperkirakan target penyelesaian akan mundur dua bulan dari jadwal yang telah ditetapkan. Sebab, dalam pekerjaan ditemukan masalah dilapangan, sehingga menghambat pembangunan moda transportasi berbasis rel tersebut.

Pembangunan MRT memang jalan terus. Tinggal soal utilitas yang belum selesai, karena ada masalah utilitas gas, PLN dan Telkom. Ya agak telah sedikit, satu atau dua bulan dari jadwal yang ada,

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, kendala yang dihadapi di lapangan salah satunya yakni masalah utilitas, seperti pipa gas, telepon, listrik, PAM, serta fiber optik.

“Pembangunan MRT memang jalan terus. Tinggal soal utilitas yang belum selesai, karena ada masalah utilitas gas, PLN dan Telkom. Ya, agak telat sedikit, satu atau dua bulan dari jadwal yang ada,” ujar Basuki, usai Seminar Mencari Model Pembangunan Infrastruktur Transportasi Publik Kota Jakarta, di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Kamis (26/6).

Lagi, 13 Bangunan yang Terkena MRT Dibongkar

Penyebab lain keterlambatan pembangunan MRT, kata Basuki, yakni masalah pembebasan lahan. Salah satu lokasi yang belum dapat dibebaskan adalah Perumahan Polri Lebak Bulus. Untuk pembebasan lahan tersebut masih menunggu izin dari Presiden.

Selain itu, lahan untuk membangun jalan pengganti di lokasi Stasiun Lebak Bulus, Cipete, Haji Nawi, Blok A, dan Blok M, serta jalur layang di Jalan Kartini juga masih dalam tahap negosiasi harga. Padahal, seharusnya lahan-lahan itu sudah bebas pada Februari-Maret 2014 lalu.

“Lahan perumahan Polri itu cuma tukar saja. Kita juga lambat sih. Menteri Keuangan itu bilang, kita bisa lepasin, tapi kamu juga lepasin buat saya yaitu Kantor Walikota Jakarta Selatan. Aku sudah oke dan ngomong dari tahun lalu ke BPKD, tapi BPKD kita kerja lambat. Makanya mau kita ganti kepala BPKD. Aku mau kirim surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk ganti Kepala BPKD,” ujarnya.

Diakui Basuki, dirinya tidak ingin pembangunan MRT terkendala, sehingga penyelesaian pembangunan fisiknya tidak tepat sesuai dengan jadwal. Karena MRT menjadi tulang punggung transportasi di Jakarta selain Kereta Rel Listrik (KRL) yang dikelola PT KAI. “Karena bagaimana pun, tulang punggung utama transportasi di Jakarta adalah transportasi berbasis rel seperti KRL, termasuk MRT. Karena MRT dan KRL kalau diterjemahkan tuh mirip. Bentuknya sama, semuanya sama kok,” ucapnya.

Saat ini pembangunan MRT sudah masuk dalam pembangunan skala besar. Bahkan, tahapan proses penggalian stasiun bawah tanah yang merupakan dimulainya tahapan konstruksi skala besar di titik Bundaran Hotel Indonesia (HI) telah dilakukan sejak 4 April lalu. Saat ini pembangunan skala besar telah menyentuh titik Jl Sisingamangaraja.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4871 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2984 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1781 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1772 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1741 personNurito