You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Program Kerja DKI Mengacu Pada Revolusi Mental
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

DKI Ikuti Langkah Belanda Atasi Banjir Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengikuti langkah yang dilakukan oleh Belanda untuk mengatasi masalah banjir di Ibukota. Karena secara geografis, kondisi daratan Jakarta sama dengan Belanda, yakni berada dibawah muka air laut.

Saya nggak pintar, jadi saya ikutin saja Belanda. Belanda negaranya tenggelam delapan meter di bawah air laut

"Saya nggak pintar, jadi saya ikutin saja Belanda. Belanda negaranya tenggelam delapan meter di bawah air laut," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/6).

Basuki mengatakan sama seperti Belanda, di Jakarta juga harus dibangun tanggul untuk mengamankan daratan. Tanggul yang dimaksud adalah National Capital Integrated Coastal Development Masterplan (NCICD) tipe A. Tanggul tersebut berbeda dengan rencana pembangunan Giant Sea Wall.

Genangan di Muara Angke Surut

"Jadi Giant Sea Wall beda cerita ya. Anda harus bedakan Giant Sea Wall dengan tanggul A. Giant sea wall itu cerita 30 tahun yang akan datang," ucapnya.

Basuki mencontohkan kawasan Waduk Pluit saat ini sudah aman lantaran telah dibangun tanggul. Jika kawasan tersebut tidak dibangun tanggul maka sewaktu-waktu air laut bisa menenggelamkan Jakarta saat rob.

"Sekarang Waduk Pluit sudah aman, karena sudah ada tanggul tinggi. Kan dulu cuma 30 sentimeter, kalau roboh, 15 ribu orang mati, yang tinggal di waduk pluit. Karena air laut itu, kayak tsunami," ujarnya.

Hal serupa juga bisa terjadi di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan. Sehingga Basuki berencana untuk membuat tanggul. Tahap awal pihaknya telah merelokasi warga yang berada di kawasan itu.

"Pasar Ikan tuh juga terancam enggak bisa dipompa ke laut airnya, justru air lautnya masuk. Makanya kami mau bikin tanggul. Tahun ini mau kami selesaikan tanggul," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5081 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1820 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1761 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1575 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1534 personAnita Karyati