You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kajian Pembuatan Tanggul Jakarta Sejak Tahun 1973
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Kajian Pembuatan Tanggul Jakarta Sejak Tahun 1973

Gubernur DKI Jakara, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kajian mengenai pembuatan tanggul di utara Jakarta sudah ada sejak tahun 1973. Kajian tersebut dibuat oleh Netherlands Engineering Consultants (NEDECO) perusahaan asal Belanda.

Kalau kamu bilang ini bohong, jangan berdebat sama saya. Kamu berdebat sama yang pintar-pintar. Saya kan hanya baca laporan. Laporan ini dari tahun 1973

"Kalau kamu bilang ini bohong, jangan berdebat sama saya. Kamu berdebat sama yang pintar-pintar. Saya kan hanya baca laporan. Laporan ini dari tahun 1973," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/6).

Menurut Basuki, selain tanggul, pembuatan Waduk Pluit juga masuk dalam kajian tersebut. Saat ini Waduk Pluit telah digunakan untuk mengendalikan air. "Membuat Waduk Pluit itu juga kajiannya NEDECO. Pokoknya dari belanda tahun 1973 sudah ada kajiannya. Makanya Jakarta harus buat tanggul," ujarnya.

Pembangunan Tanggul Pantai Tunggu Dokumen Amdal

Sebagai contoh, kawasan waduk Pluit sudah aman dari banjir rob, karena tanggul sudah ditinggikan. Namun tanggul tersebut belum melindungi semua kawasan utara Jakarta. Sehingga dibuat program pembangunan tanggul yakni National Capital Integrated Coastal Development Masterplan (NCICD) A.

"Waduk Pluit sekarang sudah aman karena tanggul depannya sudah selesai. Tapi Pelabuhan Muara Baru belum. Sementara Pasar Ikan masih ketolong karena Jalan Muara Baru Raya sudah kami tinggkan. Tapi itu belum cukup," ucapnya.

Untuk bisa membangun tanggul, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus merelokasi warga. Karena mereka mendirikan bangunan di lahan negara yang seharusnya tidak boleh ada pemukiman.

"Makanya saya bongkar Pasar Ikan buat bikin tanggul, tapi malah ribut. Bilangnya bongkar masjid. Kami bongkar rumah di laut dibilang bongkar masjid," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7965 personTiyo Surya Sakti
  2. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye6782 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1768 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1538 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1457 personFakhrizal Fakhri