You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pulau Sebira Tak Miliki Drainase Dan IPAL
photo Suparni - Beritajakarta.id

Pulau Sebira Tak Miliki Drainase dan IPAL

Pulau Sebira, Kepulauan Seribu hingga saat ini tidak memiliki sistem drainase dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baik. Padahal banyak warga yang memproduksi ikan asin di pulau tersebut.

Kita tahu, tidak ada drainase di sini, air mau dialirkan kemana? Apalagi dalam membuang limbah produksi ikan asin, warga juga asal buang karena tak ada drainase dan tak ada IPAL

"Kita tahu, tidak ada drainase di sini, air mau dialirkan kemana? Apalagi dalam membuang limbah produksi ikan asin, warga juga asal buang karena tak ada drainase dan tak ada IPAL," ujar Tiur Maida Hutapea, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Rabu (15/6).

Menurutnya, wajar jika air hujan tak surut selama berjam-jam karena tidak memiliki drainase. Sementara tata ruang di pulau tersebut juga di nilai sangat buruk perlu pengaturan dan kerjasama SKPD terkait, seperti Sudin Perumahan, Sudin Tata Air dan Sudin lain-lain.

Penyempurnaan Internet di Pulau Sebira untuk Pelayanan Warga

"Minimal tata ruangnya diatur lebih dulu, diatur drainasenya, pembuangan limbahnya lalu baru ke produksi yang lebih modern agar tidak memakan tempat dan menciptakan polusi. Jadi perlu kerjasama antar SKPD, karena membangun Pulau Seribu butuh SDM dan mental yang kuat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1845 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1396 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1086 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1060 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye979 personAnita Karyati