You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemudik Jalur Laut Diperkirakan Meningkat 10 Persen
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Pemudik Jalur Laut Diperkirakan Meningkat 10 Persen

Jumlah pemudik yang menggunakan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok diperkirakan mencapai 32 ribu penumpang. Perkiraan tersebut meningkat 10 persen dari tahun 2015 lalu yang mengangkut sekitar 28 ribu penumpang.

Secara keseluruhan arus mudik diperkirakan meningkat 10 persen

Kepala Bidang Lalu Lintas Laut, Operasi dan Kepelabuahan, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Hermanta mengatakan, peningkatan jumlah penumpang sudah terlihat sejak pemberangkatan di H-18 hingga H-10. Sebanyak 9.900 pemudik diberangkatkan ke seluruh wilayah Indonesia.

"Periode yang sama 2015 lalu hanya sebanyak 3.472 penumpang. Peningkatannya mencapai 69,07 persen," ujarnya, Senin (27/6).

Kepulauan Seribu Bangun Posko Angkutan Lebaran

Untuk mengangkut penumpang selama arus mudik, Pelabuhan Tanjung Priok menyiagakan sebanyak 18 kapal. Sembilan di antaranya yakni, KM Umsini, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Kelud, KM Dorolonda, KM Lawit, KM Tidar, KM GN Dempo dan KM Bukit Raya yang merupakan kapal milik PT Pelni. Sedang sisanya kapal milik swasta yang dioperasikan sebagai angkutan lebaran.

"Secara keseluruhan arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat 10 persen. Penumpang yang ingin mudik melalui jalur laut tidak perlu khawatir, armada kapal yang tersedia cukup banyak," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati