You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Warga yang Klaim Miliki Lahan Cengkareng akan Digugat
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Warga yang Klaim Miliki Lahan Cengkareng akan Digugat

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akan menggugat warga yang mengaku pemilik lahan Cengkareng Barat.

Saya sudah ngomong ini mesti digugat penipuan, langsung yang punya juga digugat

Dasar yang digunakan adalah keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menyatakan tidak ada kepemilikan ganda dalam lahan itu.

"Kalau dia bilang resmi enggak resmi, itu urusan kedua ya, ini kan sengketa, BPN resmi keluarin, BPN menganggap tidak ada double. Tau enggak ada double sertifikat ini urusan kedua kami buktikan di pengadilan," kata Basuki, Rabu (29/6).

Rp 200 Miliar Dana Lahan Cengkareng Barat Diduga Dibagi-bagi

Dalam keterangan BPN, lahan di Cengkareng Barat merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta yang digunakan oleh Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP).

Tidak hanya menyoalkan pengakuan kepemilikan lahan, Basuki juga akan mencari aliran dana senilai Rp 200 miliar yang belum diterima oleh warga yang mengaku pemilik lahan.

"Ada materi gugatan menyebutkan dia belum terima Rp 200 miliar. Uangnya ditahan. Kalau ditahan proses pembayarannya nggak bener dong. Saya minta semua pembayaran di transfer," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1204 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1195 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1000 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye958 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye864 personBudhi Firmansyah Surapati