You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
       Harga Daging Segar di Pasar Kramat Jati Rp 85 ribu per Kilogram
photo Nurito - Beritajakarta.id

Harga Daging Segar di Pasar Kramat Jati Mulai Turun

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengapreasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berhasil mendistribusikan daging impor hingga ke lapak pedagang. Ini membuat tren harga daging segar mulai turun.

Ini bisa terjadi karena adanya kerjasama yang baik dengan Pemprov DKI. Selama ini daging impor tidak bisa menembus lapak pedagang

"Tahap awal yang penting kita sudah menembus lapak. Ini bisa terjadi karena adanya kerjasama yang baik dengan Pemprov DKI. Selama ini daging impor tidak bisa menembus lapak pedagang," kata Amran saat meninjau penjualan daging segar murah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (30/6).

Menurun Amran, pihaknya akan terus mensuplai daging murah untuk pasar murah. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden RI, Joko Widodo, untuk bisa menurunkan harga daging hingga di bawah Rp 100 ribu per kilogram.

28.059 Kg Daging Murah Sudah Didistribusikan di Jakut

Dalam pasar murah ini, harga daging segar impor bervariasi. Yakni mulai dari Rp 80-85 ribu per kilogram. Dengan langkah ini, pedagang daging yang masih menjual dengan harga mahal sudah pasti akan kalah. Lalu berusaha menurunkan harga agar lebih kompetitif.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1169 personFolmer
  2. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1079 personAnita Karyati
  3. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye990 personAnita Karyati
  4. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye909 personDessy Suciati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye868 personAnita Karyati