You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kepemilikan Lahan Cengkareng oleh Toeti Akan Ditelusuri
photo Doc - Beritajakarta.id

SHM Lahan di Cengkareng Barat akan Ditelusuri Asalnya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menelusuri kebenaran sertifikat hak milik (SHM) lahan di Cengkareng Barat, Jakarta Barat yang dimiliki oleh Toeti Soekarno. Sebab lahan tersebut sudah tercatat sebagai aset Pemda.

Sekretaris kelurahan bilang, yang punya tanah ini enam orang. Pernah enggak yang punya tanah ini dibeli sama Toeti Soekarno, atau bapaknya

"Mesti lihat saja, orang itu (Toeti) pernah beli enggak tanah itu dari siapa?," kata Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/6).

Lahan seluas 4,6 hektare tersebut, dalam catatan dimiliki oleh enam orang yang berbeda. Jika memang Toeti memiliki SHM, maka harus ditelusuri awal mula jual beli lahan tersebut.

Basuki Dukung DPRD Buat Pansus Lahan Cengkareng Barat

"Sekretaris kelurahan bilang, yang punya tanah ini enam orang. Pernah enggak yang punya tanah ini dibeli sama Toeti Soekarno, atau bapaknya," ucapnya.

Lahan yang dibeli oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI sebesar Rp 648 miliar tersebut, sudah tercatat sebagai aset DKI Jakarta. Namun ada warga atas nama Toeti Sukarno yang mengklaim memiliki lahan tersebut dengan menunjukan SHM.

Untuk bisa mengetahui kepastian kepemilikan lahan, Basuki telah membawa ke ranah hukum. Dirinya telah melaporkan kasus ini ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) untuk ditindaklanjuti.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3241 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2078 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye766 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye758 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye709 personDessy Suciati