You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lurah Rogoh Kocek Untuk Operasional Penanganan Sampah
photo Suparni - Beritajakarta.id

Anggaran BBM Pengangkut Sampah Pulau Seribu Belum Cair

Kapal pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta, KM Laut Bersih, belum juga dioperasikan. Alhasil pihak kelurahan di Kepulauan Seribu terpaksa berswadaya untuk melakukan penanganan sampah di masing-masing wilayah.

Anggaran bahan bakar sampah belum cair, jadi terpaksa kami patungan dengan PPSU beli premium

Lurah Pulau Panggang, Yulihardi mengatakan, KM Laut Bersih belum beroperasi lagi sejak Januari lalu. Untuk mengantisipasi penumpukan, pihaknya terpaksa swadaya melakukan pembakaran.

"Anggaran bahan bakar sampah juga belum cair. Terpaksa kami patungan dengan PPSU beli premium, karena jika tidak dioperasikan gerobak motor akan menambah lebih berat tugas mereka untuk membawa sampah ke pembakaran," ujarnya, Rabu (13/7).

Penanganan Sampah di Pulau Untung Jawa Terkendala

Hal serupa juga dirasakan oleh Lurah Pulau Untung Jawa, Ardani. Setiap hari pihaknya haru membeli sebanyak 45 liter bahan bakar premium untuk operasional tiga gerobak motor dan satu kapal Tamaran (kapal sampah).

"Sebagai aparatur pemerintah ya harus bertanggung jawab, jangan sampai sampah jadi persoalan. Soal pengeluaran pribadi sudah sering kita sampaikan ke Bupati saat rapim agar Dinas Kebersihan segera mencairkan dana BBS," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3230 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2066 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye758 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye750 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye701 personDessy Suciati