You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dewan Minta Fit and Proter Tes Wali Kota Jakut
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Pelantikan Wali Kota Melalui Fit and Proper Test DPRD

Komisi A DPRD DKI Jakarta menanggapi soal pelantikan Wali Kota Jakarta Utara yang semestinya dilakukan fit and proper test terlebih dahulu untuk diberikan pertimbangan.

Komisi A tahunya masih Plt, kalau memang sudah dilantik kita minta di clearkan dulu, karena perintah undang-undang harus ada pertimbangan dewan

"Komisi A tahunya masih pelaksana tugas (Plt), kalau memang sudah dilantik kita minta di clear kan dulu, karena perintah undang-undang harus ada pertimbangan dewan," ujar anggota komisi A DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, Selasa (23/8).

Gembong Warsono mengatakan, sesuai peraturan sebelum dilantik calon wali kota harus mengikuti fit and proper test terlebih dahulu untuk diberikan pertimbangan.

Eksekutif Tunggu Hasil Konsultasi Komisi A ke Kemendagri

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarif menjelaskan hal itu sebelumnya terjadi pada pelantikan Wali Kota Jakarta Selatan. Ke depannya pihaknya meminta koordinasi antara eksekutif dan legislatif.

"Fit and proper test itu untuk melihat apakah visi dan misi calonnya sesuai, dan ini sudah jadi tradisi, kita harap lain kali tidak terjadi lagi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6801 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6197 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1419 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1353 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1266 personAldi Geri Lumban Tobing