You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
3.415 HPR Divaksin Rabies
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Vaksinasi HPR di Jakut Lampaui Target

Periode Januari-Agustus 2016, Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Utara telah memberikan vaksin anti rabies kepada 3.415 ekor hewan penular rabies (HPR).

Realisasi sampai dengan Agustus 2016 mencapai 3.415 ekor atau sebesar 136,60 persen dari target tahun 2016 sebanyak 2.500 ekor

Khusus bulan Agustus, sebanyak 186 ekor HPR divaksin rabies, dengan rincian 159 ekor anjing, 23 ekor kucing, dan empat ekor kera.

"Realisasi sampai dengan Agustus 2016 mencapai 3.415 ekor atau sebesar 136,60 persen dari target tahun 2016 sebanyak 2.500 ekor," ujar Rita Nirmala, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Sabtu (3/9).

18.649 Hewan Kurban di Jakarta Telah Diperiksa

Ditambahkan Nirmala, dalam rangka pencegahan dan pengendalian rabies, pihaknya juga melakukan penangkapan HPR liar, yang mana sebanyak 297 ekor ditangkap sejak Januari sampai Agustus 2016.

"Bulan Agustus ini 124 ekor HPR liar kita tangkap. Semuanya telah dikirim ke rumah observasi rabies di Ragunan. Realisasi penangkapan HPR liar sampai bulan Agustus mencapai 59,40 persen dari target tahun 2016 sebanyak 500 ekor," tandas Rita.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1178 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati